Ada kesan tersendiri pertama kali pergi ke singapura, mulai dari persiapan sampai dengan kembali ke indonesia.
Pertama: saya dan teman saya harus menyiapkan pasport, karena kebetulan pertama kali kami ke negeri sebrang, dengan membayar kurang dari 400.000 an saya sudah dapat pasport baru 38 hal (kalo ga salah) padahal yang tertera dipapan pengumuman sekitar 270 000 an (lupa??), tapi kalo saya search di internet ada yang mencapai satu jutaan, di pabrik sebelumnya teman saya (katanya??) harus membayar 2 jutaan sebelum dia kejepang. pasport beres.. belum ternyata untuk membuat pasport harus dengan nama yang lengkap dan harus ada nama depan dan belakang, teman saya nama sujono (samaran) gak ada tambahan apa -apa , di imigrasi ditanya apa bapak gak punya nama tambahan , temen saya bilang ga ada pak di ijazah, ktp dll cuma itu tok. sebelum pemberangkatan saya menyiapkan check list dahulu satu hari sebelum pemberakatanmulai dari sikat gigi sampai pasport , pada saat akan meninggalkan rumah satu jam sebelum meninggalkan rumah saya cek list semua yang harus dibawa dan ini sangat efektif untuk menghindari hal-hal yang menyulitkan nanti di bandara atau negeri orang terutama Ticket, Pasport, NPWP, KTP, Credit Card, ATM dan Hand phone.
Berangkat pertama:
Jadwal pesawat pemberangkatan ke singapura jam 14:00 dan saya berangkat sama Terminal Manager dari Cilegon jam 8:00 pagi dan sampai ke bandara jam 11:30 (biasa campur traffic jam). setelah check ini, kami baru saja dapat discount pembayaran tax yang biasanya 2 jutaan karena sudah punya kartu wajib pajak (NPWP) jadi bebas pajak keluar negeri, kalo sampai gak bawa bisa kena pajak samapi 2 juta an. (jadi jangan lupa bawa kartu NPWP dan KK photocopy) lalu pergi ke kator pajak untuk dicap bebas pajak dengan menunjukan NPWP dan KK asli plus kasih yang photocopynya.
selanjutnya kami menunju gate yang tertera diticket, kebetulan kami naik pesawat garuda menuju singapura lama perjalanan kurang lebih dua jam.
pertama naik pesawat hati ini rasanya mau copot, takut pesawat jatuh atau kepeleset. tapi alhamdulillah setelah tengok sana tengok sisni lihat betapa besar negara kita ini, sampailah kami ke bandara changi dan lagi-lagi pendaratan kami mulus sekali.
dibandara changi kami langsung keluar pesawat menuju imigrasi singapura, dan kami harus mengisi satu kertas yang harus saya isi dengan pertanyaan bahasa inggris , pertama kali kami kesulitan menjawab pertanyaan nya. saya mencontreng kata prohibit yang saya pikir ini gak masalah ternyata artinya dilarang, setelah tanya sana sini sama penumpang indonesia lainnya akhirnya saya dapet juga jawaban yang sesuai dengan kepentingan saya (jadi kalo ga tahu lebih baik bertanya dari pada ditahan sama imigrasi singapura karena salah jawab).
Bandara changi lebih tertib dan bersih, maklum pendapatan penduduknya sudah tinggi , gaji saya sama mereka saja dengn jabatan yang sama sampai sepuluh kali lipat bedanya.
dibandara kami sore hari sekitar jam 5 sore tapi jam tangan saya jam 4 sore, ternyata lebih cepat 1 jam. kami langsung menuju Taxi pool, dan memesan taxi menuju ke hotel kami menginap yaitu di daerah City Hall (nama hotelnya grand park hotel, 10 coleman street, city hall)
setelah sampai kami langsung ke kamar dan tiduran karena lelah.
besoknya kami langsung Kerja (training, visit plan, review pekerjaan, membuat presentasi dll)
oh ya biaya menginap kami dalam 6 hari 1200 dollar singapur jadi sekitar 200 dollar perhari belum termasuk sarapan pagi, internet, cuci baju.
Tempatnya bagus sekali bersih dan mudah menuju pusat keramaian kota seperti city hall, Patung merlion, Bugis junction, Orchad road (melalui MRT), dll
saya sangat menikmati suasana disingapura, ada bebrapa tempat saya kunjungi dan untuk mengetahuinya dapat dilihat dipeta yang sudah disediakan secara gratis diloby hotel.
Saya sampai saat posting ini diterbitkan, sudah 5 kali kesingapura dan kayaknya sudah seperti rumah sendiri karena disana saya banyak teman dan kenal beberapa teman kerja saya dari berbagai negara seperti singapura, Malaysia, Thailand, philipina, Pakistan, India, Vietnam, Jepang, Korea, China, Australia dan indonesia sendiri.
kasarnya kalo sampe sana gak bakal kelaparan atau ga bisa tidur,
Yang paling sengsara adalah saya tidak ketemu nasi putih selama 6 hari disingapura, badan ini sampai turun berat badannya (padahal bukan gak ketemu nasi tapi karena kalau kerja mikirnya dua kali, pertama materinya kedua harus berpikir setiap kali bicara atau mendengar bahasa inggris)
Cerita lain adalah disingapura hampir tidak ada macet yang berarti semuanya lancar dan orang sangat menghargai pejalan kaki dan setiap orang senang jalan kaki untuk jarak dekat dan menggunakan MRT (kereta tanpa masinis), yang hampir ada disetiap sudut kota.
tempat wisata yang bisanya dikunjungi adalah Taman Merlian yang ada gambar singa keluar air (icon Singapura), Orchad road, bugis Junction , Zoo, Vivo (pulau sentosa), little india, pecinaan, kampung arab dll.
Kalau soal tempat makan banyak bertebaran disetiap sudut kota dengan menu makanan china, malaysia, india, pakistan/india, sedikit sekali yang khas indonesia (seperti nasi goreng, nasi padang apa lagi ikan asam manis, tempe gak bakal ada). waktu saya lagi cindera mata di bugis junction saya melihat banyak bendera singapura dipadu dengan bendera negara lain saya lihat semua negara ada sampai italy pun ada tapi ketika saya tanya ada tidak yang indonesia , kata sipenjual hampir gak ada yang beli (miris hati ku begitu banyaknya orang indonesia yang pulang pergi ke singapura ternyata sedikit sekali yang bangga dengan indonesia (???)
Setelah selesai kami baru pulang esok harinya jadi kami punya kesempatan pergi jalan-jalan sampai besok siang, dan karena teman kami sudah tua (sudah hampir peniun - maaf pak dengan segala hormat) jadi jiwa petualangnya kurang akhirnya saya hanya jalan-jalan disekitar hotel saja.
Sebelum pulang saya beli oleh -oleh banyak sekali (yang murah tentunya seperti jam tangan 10 Dollar singapur dapat 3 biji, baju buat anak dan gantungan kunci cap singapura).
setelah check in saya langsung menuju pesawat, dan setelah sampai ke indonesia dijalan saya makan nasi padang sampai dua piring (soalnya nasinya cuma secentong jadi nambah dua centong batok kelapa) plus es kelapa kopyor....... ternyata walau indonesia seperti ini saya bangga mejadi orang indonesia (yang kerja satu orang tapi sepuluh orang bisa dikasih makan)..Terima kasih indonesia....Laper gak makan satu minggu. untuk perjalanan selanjutnya akan diposting menyusul.....






hahahaha... mantap... bravo Indonesia... tidak ada negara didunia ini yang paling enak dan nyaman selain Indonesia.. itu bagi aku.. hahahaha.. bravo Pak Azam..
BalasHapusNote :
Baru liat blognya..